Tampilkan postingan dengan label Materi IPA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi IPA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Mei 2013

Ringkasan Materi Ekosistem dan Konservasi Alam (Conservation Ecosystem)

A. Pentingnya Keanekaragaman Hayati dalam Ekosistem
Sebuah Ekosistem terdiri dari berbagai macam organisme di dalamnya yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Semakin beranekaragam organisme penyusun suatu ekosistem maka ekosisten tersebut semakin stabil.
Akan tetapi, akibat perbuatan manusia banyak Keanekaragaman suatu ekosistem berkurang. Sehingga keadaan ekosistem tidak lagi stabil.
B.     Tindakan yang Merusak Keanekaragaman Hayati

  • Penebangan Hutan (Deforestation)
Penebangan hutan akan mengakibatkan hilangnya habitat beberapa organisme yang hidup di pohon, sehingga populasi organisme ini akan berkurang. Penebangan hutan juga mengakibatkan hilangnya tanaman kecil karena penebangan hutan akan merusak tanaman dibawahnya. Selain itu, penebangan hutan dapat mengakibatkan banjir karena tanah tidak mampu lagi menyimpan air. Kesuburan tanah akan berkurang pula karena tidak ada lagi daun yang terurai di tanah.
              • Pengunaan Pestisida (Aoolication of Pesticides)
Pengunaan pestisida untuk hama mengakibatkan organisme lain mati, sehingga akan mengangu kestabilan ekosistem. Selain itu akan menimbulkan kekebalan (resistensi) hama terhadap pestisida yang dipakai.
  • Pemburuan Liar (Illegal Hunting)
Perburuan liar akan mengakibatkan punahnya beberapa organisme yang diburu. Punahnya salah satu organisme dalam suatu ekosistem akan mengangu kestabilan ekosistem itu sendiri. Tindakan lain yang dapat menganggu kestabilan ekosistem adalah penangkapan ikan dengan racun, dan bahan peladak yang akan menghacurkan habitat dan memusnakan sebagian besar organisme yang berada dalam ekosistem tersebut.
C.    Perlindungan terhadap Keanekaragaman Hayati
  • Penanaman ,kembali (Reforestation)
  • Tebang Pilih
  • Pencegahan kebakaran hutan, Bentuk pemeliharaan ini akan menyediakan habitat berbagai jenis organisme. Sehingga kestabilan ekosistem dapat terjaga
  • Menetapkan Area Perlindungan Alam
  • Kebun Botanik, Sebagai contoh kebun botani bogor
  • Suaka Marga Satwa, Didesain khusus untuk melindungi organisme yang berada dalam ekosistem tersebut. Sebagai contoh Suaka Marga Satwa di kepulauan raja ampat.
  • Taman  Nasional, Didesain untuk tempat perlindungan dan rehabilitasi organisme/spesies lokal, nasional ataupun internasional. Sebagai contoh TN ujung kulon, TN Siberut, TN Gunung Leuser, TN Pulau Komodo, TN Kelimutu, TN Karimunjawa dsb
  • Rehabilitasi/Penampungan Hewan Terancam Punah, Sebagai contoh samboja dan tanjung puting. Tempat ini digunakan untuk rehabilitasi hewan-hewan terancam punah seperti orang utan.
  • Perlindungan Hewan dan Tanaman Terancam Punah, Sebagai contoh kawasan perlindungan atau kebun binatang serta kebun botanic dapat diguanakan sebagai tempat perlindungan hewan terancam punah. Contoh hewan yang dilindungi badak jawa, bunga bangkai, beberapa spesies anggreak, arowana dan beberapa jenis kupu-kupu.
sumber : http://achmadanwar.wordpress.com/2012/04/24/ringkasan-materi/
A. Pentingnya Keanekaragaman Hayati dalam Ekosistem
Sebuah Ekosistem terdiri dari berbagai macam organisme di dalamnya yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Semakin beranekaragam organisme penyusun suatu ekosistem maka ekosisten tersebut semakin stabil.
Akan tetapi, akibat perbuatan manusia banyak Keanekaragaman suatu ekosistem berkurang. Sehingga keadaan ekosistem tidak lagi stabil.
B.     Tindakan yang Merusak Keanekaragaman Hayati

  • Penebangan Hutan (Deforestation)
Penebangan hutan akan mengakibatkan hilangnya habitat beberapa organisme yang hidup di pohon, sehingga populasi organisme ini akan berkurang. Penebangan hutan juga mengakibatkan hilangnya tanaman kecil karena penebangan hutan akan merusak tanaman dibawahnya. Selain itu, penebangan hutan dapat mengakibatkan banjir karena tanah tidak mampu lagi menyimpan air. Kesuburan tanah akan berkurang pula karena tidak ada lagi daun yang terurai di tanah.
              • Pengunaan Pestisida (Aoolication of Pesticides)
Pengunaan pestisida untuk hama mengakibatkan organisme lain mati, sehingga akan mengangu kestabilan ekosistem. Selain itu akan menimbulkan kekebalan (resistensi) hama terhadap pestisida yang dipakai.
  • Pemburuan Liar (Illegal Hunting)
Perburuan liar akan mengakibatkan punahnya beberapa organisme yang diburu. Punahnya salah satu organisme dalam suatu ekosistem akan mengangu kestabilan ekosistem itu sendiri. Tindakan lain yang dapat menganggu kestabilan ekosistem adalah penangkapan ikan dengan racun, dan bahan peladak yang akan menghacurkan habitat dan memusnakan sebagian besar organisme yang berada dalam ekosistem tersebut.
C.    Perlindungan terhadap Keanekaragaman Hayati
  • Penanaman ,kembali (Reforestation)
  • Tebang Pilih
  • Pencegahan kebakaran hutan, Bentuk pemeliharaan ini akan menyediakan habitat berbagai jenis organisme. Sehingga kestabilan ekosistem dapat terjaga
  • Menetapkan Area Perlindungan Alam
  • Kebun Botanik, Sebagai contoh kebun botani bogor
  • Suaka Marga Satwa, Didesain khusus untuk melindungi organisme yang berada dalam ekosistem tersebut. Sebagai contoh Suaka Marga Satwa di kepulauan raja ampat.
  • Taman  Nasional, Didesain untuk tempat perlindungan dan rehabilitasi organisme/spesies lokal, nasional ataupun internasional. Sebagai contoh TN ujung kulon, TN Siberut, TN Gunung Leuser, TN Pulau Komodo, TN Kelimutu, TN Karimunjawa dsb
  • Rehabilitasi/Penampungan Hewan Terancam Punah, Sebagai contoh samboja dan tanjung puting. Tempat ini digunakan untuk rehabilitasi hewan-hewan terancam punah seperti orang utan.
  • Perlindungan Hewan dan Tanaman Terancam Punah, Sebagai contoh kawasan perlindungan atau kebun binatang serta kebun botanic dapat diguanakan sebagai tempat perlindungan hewan terancam punah. Contoh hewan yang dilindungi badak jawa, bunga bangkai, beberapa spesies anggreak, arowana dan beberapa jenis kupu-kupu.
sumber : http://achmadanwar.wordpress.com/2012/04/24/ringkasan-materi/

Pencemaran,Merusak Lingkungan Kita

Pencemaran Lingkungan

A. Macam – macam Pencemaran Lingkungan
Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.
a. Pencemaran Air
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.

Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming.

b. Pencemaran Tanah
Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.

c. Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

1) Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).

2) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.

Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.


B. Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global
Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.

Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia.
Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam

Terjadi secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.


'LETS SAVE OUR ENVIRONMENT"  

sumber : http://hend-learning.blogspot.com


 
Pencemaran Lingkungan

A. Macam – macam Pencemaran Lingkungan
Berdasarkan lingkungan yang mengalami pencemaran, secara garis besar pencemaran lingkungan dapat dikelompokkan menjadi pencemaran air, tanah, dan udara.
a. Pencemaran Air
Di dalam tata kehidupan manusia, air banyak memegang peranan penting antara lain untuk minum, memasak, mencuci dan mandi. Di samping itu air juga banyak diperlukan untuk mengairi sawah, ladang, industri, dan masih banyak lagi.

Tindakan manusia dalam pemenuhan kegiatan sehari-hari, secara tidak sengaja telah menambahjumlah bahan anorganik pada perairan dan mencemari air. Misalnya, pembuangan detergen ke perairan dapat berakibat buruk terhadap organisme yang ada di perairan. Pemupukan tanah persawahan atau ladang dengan pupuk buatan, kemudian masuk ke perairan akan menyebabkan pertumbuhan tumbuhan air yang tidak terkendali yang disebut eutrofikasi atau blooming.

b. Pencemaran Tanah
Tanah merupakan tempat hidup berbagai jenis tumbuhan dan makhluk hidup lainnya termasuk manusia. Kualitas tanah dapat berkurang karena proses erosi oleh air yang mengalir sehinggakesuburannya akan berkurang. Selain itu, menurunnya kualitas tanah juaga dapat disebabkan limbah padat yang mencemari tanah.

c. Pencemaran Udara
Udara dikatakan tercemar jika udara tersebut mengandung unsur-unsur yang mengotori udara. Bentuk pencemar udara bermacam-macam, ada yang berbentuk gas dan ada yang berbentuk partikel cair atau padat.

1) Pencemar Udara Berbentuk Gas
Beberapa gas dengan jumlah melebihi batas toleransi lingkungan, dan masuk ke lingkungan udara, dapat mengganggu kehidupan makhluk hidup. Pencemar udara yang berbentuk gas adalah karbon monoksida, senyawa belerang (SO2 dan H2S), seyawa nitrogen (NO2), dan chloroflourocarbon (CFC).

2) Pencemar Udara Berbentuk Partikel Cair atau Padat
Partikel yang mencemari udara terdapat dalam bentuk cair atau padat. Partikel dalam bentuk cair berupa titik-titik air atau kabut. Kabut dapat menyebabkan sesak napas jika terhiap ke dalam paru-paru.

Partikel dalam bentuk padat dapat berupa debu atau abu vulkanik. Selain itu, dapat juga berasal dari makhluk hidup, misalnya bakteri, spora, virus, serbuk sari, atau serangga-serangga yang telah mati. Partikel-partikel tersebut merupakan sumber penyakit yang dapat mengganggu kesehatan manusia.


B. Dampak Pencemaran Bagi Manusia Secara Global
Pembakaran bahan bakar minyak dan batubara pada kendaraan bermotor dan industri menyebabkan naiknya kadar CO2 di udara. Gas ini juga dihasilkan dari kebakaran hutan. gas CO2 ini akan berkumpul di atmosfer Bumi. Jika jumlahnya sangat banyak, gas CO2 ini akan menghalangi pantulan panas dari Bumi ke atmosfer sehingga panas akan diserap dan dipantulkan kembali ke Bumi. Akibatnya, suhu di Bumimenjadi lebih panas. Keadaan ini disebut efek rumah kaca (green house effect). Selain gas CO2, gas lain yang menimbulkan efek rumah kaca adalah CFC yang berasal dari aerosol, juga gas metan yang berasal dari pembusukan kotoran hewan.

Efek rumah kaca dapat menyebabkan suhu lingkungan menjadi naik secara global, atau lebih dikenal dengan pemanasan global. Akibat pemanasan global ini, pola iklim dunia menjadi berubah. Permukaan laut menjadi naik,sebagai akibat mencairnya es di kutub sehingga pulau-pulau kecil menjadi tenggelam. Keadaan tersebut akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia.
Akibat lain yang ditimbulkan pencemaran udara adalah terjadinya hujan asam. Jika hujan asam

Terjadi secara terus menerus akan menyebabkan tanah, danau, atau air sungai menjadi asam. Keadaan itu akan mengakibatkan tumbuhan dan mikroorganisme yang hidup di dalamnya terganggu dan mati. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.


'LETS SAVE OUR ENVIRONMENT"  

sumber : http://hend-learning.blogspot.com


 

Selasa, 21 Mei 2013

Materi IPA TERPADU kelas 8 HAMA & PENYAKIT PADA TANAMAN

Tumbuhan yang dibudidayakan tak selamanya dapat tumbuh dengan baik tanpa ada gangguan dari luar. Permasalahan yang sering dihadapi dalam bidang pertanian adalah hama dan penyakit. Hama adalah gangguan pada tumbuhan yang dilakukan oleh hewan dengan cara memakannya. Hewan memakan tumbuhan tersebut untuk memperoleh zat organik dari tumbuhan itu. Dengan adanya hama ini tumbuhan akan mati atau sebagian dari tumbuhan akan rusak atau hilang dan cacat. Hewan-hewan yang termasuk hama antara lain : tikus sawah, ulat, burung pipit, keong sawah, belalang, kumbang dan lain sebagainyaa.

Selain hama, satu lagi yang sering menjadi masalah yaitu penyakit pada tumbuhan. Penyakit pada tumbuhan yaitu gangguan yang disebabkan oleh virus, bakteri ataupun jamur. Tidak seperti hama, penyakit merusak tumbuhan dengan mengganngu proses-proses yang ada dalam tubuh tumbuhan hingga pada akhirnya tumbuhan akan mati. Umunya tumbuhan yang terserang penyakit akan terlihat utuh bagian luar tetapi sebenarnya terganggu didalamnya. Contoh penyakit yang biasanya menyerang tumbuhan adalah penyakit mozaik, penyakit pada tanaman jeruk, penyakit tugro dan lain sebagainya. Hama dan penyakit pada setiap tumbuhan berbeda-beda. Hama wereng biasanya menyerang pada padi, sedangkan hama lalat buah menyerang beberapa jenis buah pada perkebunan. Jadi ada hama dan penyakit yang spesifik yang hanya menyerang satu tumbuhan saja.


Tumbuhan yang dibudidayakan tak selamanya dapat tumbuh dengan baik tanpa ada gangguan dari luar. Permasalahan yang sering dihadapi dalam bidang pertanian adalah hama dan penyakit. Hama adalah gangguan pada tumbuhan yang dilakukan oleh hewan dengan cara memakannya. Hewan memakan tumbuhan tersebut untuk memperoleh zat organik dari tumbuhan itu. Dengan adanya hama ini tumbuhan akan mati atau sebagian dari tumbuhan akan rusak atau hilang dan cacat. Hewan-hewan yang termasuk hama antara lain : tikus sawah, ulat, burung pipit, keong sawah, belalang, kumbang dan lain sebagainyaa.

Selain hama, satu lagi yang sering menjadi masalah yaitu penyakit pada tumbuhan. Penyakit pada tumbuhan yaitu gangguan yang disebabkan oleh virus, bakteri ataupun jamur. Tidak seperti hama, penyakit merusak tumbuhan dengan mengganngu proses-proses yang ada dalam tubuh tumbuhan hingga pada akhirnya tumbuhan akan mati. Umunya tumbuhan yang terserang penyakit akan terlihat utuh bagian luar tetapi sebenarnya terganggu didalamnya. Contoh penyakit yang biasanya menyerang tumbuhan adalah penyakit mozaik, penyakit pada tanaman jeruk, penyakit tugro dan lain sebagainya. Hama dan penyakit pada setiap tumbuhan berbeda-beda. Hama wereng biasanya menyerang pada padi, sedangkan hama lalat buah menyerang beberapa jenis buah pada perkebunan. Jadi ada hama dan penyakit yang spesifik yang hanya menyerang satu tumbuhan saja.


Video Pembelajaran

Ini dia... hasil setelah begadang bersama-sama teman seangkatan... Video pembelajaran pertama karyaku
"HAMA & PENYAKIT pada TANAMAN"
Lets check it... Semoga Bermanfaat ^^






Ini dia... hasil setelah begadang bersama-sama teman seangkatan... Video pembelajaran pertama karyaku
"HAMA & PENYAKIT pada TANAMAN"
Lets check it... Semoga Bermanfaat ^^






 
Go Green... with Science Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template